"Selembar Kertas Putih Bagai Hati"
Suatu waktu, saya menerima selembar kertas putih yang diminta untuk menulis pada kertas tersebut. Apa yang ditulis ke dalamnya adalah tanggung jawab saya. Sebelum menulis saya membuat batasan kertas dengan mengingat metode penulisan seperti pada umumnya. Batasan ini dapat dijadikan pembatas dalam kehidupan saya. Why? Because, saya adalah pusat dari dunia saya sendiri. Lalu bagaimana jika saya menghilangkan batasan kertas tadi, yang terlihat hanya selembar kertas putih yang tak terbatas. Bagaimana tulisan saya bisa tertata dengan rapih dalam kertas tanpa batas tidak dapat saya tentukan. Mari membawa hati menjadi pusat tulisan tanpa batas. Kita tidak bisa menulis sesuatu jika tidak memiliki akal. Oleh karena-Nya saya bersyukur karna dihadiahkan akal dan hati dalam diri. Lalu bagaimana mengkolaborasikan akal dan hati agar seimbang. Saya bercermin bukan untuk memandang tubuh saya, tetapi bayang-bayang kehidupan yang dilalui sampai detik ini. Seperti saat ini, harus membuat keput...